Welcome To My Blog's

Remember

Sabtu, 30 Juli 2011

Kisah Kasih si Anjing Kecil


Seorang anak anjing yang kecil mungil sedang berjalan-jalan di ladang pemiliknya. Ketika dia mendekati kandang kuda, dia mendengar binatang besar itu memanggilnya. Kata kuda itu : "Kamu pasti masih baru di sini, cepat atau lambat kamu akan mengetahui kalau pemilik ladang ini mencintai saya lebih dari binatang lainnya, sebab saya bisa mengangkut banyak barang untuknya, saya kira binatang sekecil kamu tidak akan bernilai sama sekali baginya." ujarnya dengan sinis.
Anjing kecil itu menundukkan kepalanya dan pergi, lalu dia mendengar seekor sapi di kandang sebelah berkata : "Saya adalah binatang yang paling terhormat di sini sebab nyonya di sini membuat keju dan mentega dari susu saya. Kamu tentu tidak berguna bagi keluarga di sini." dengan nada mencemooh. Teriak seekor domba : "Hai sapi, kedudukanmu tidak lebih tinggi dari saya, saya memberi mantel bulu kepada pemilik ladang ini. Saya memberi kehangatan kepada seluruh keluarga. Tapi omonganmu soal anjing kecil itu, kayanya kamu memang benar. Dia sama sekali tidak ada manfaatnya di sini."
Satu demi satu binatang di situ ikut serta dalam percakapan itu, sambil menceritakan betapa tingginya kedudukan mereka di ladang itu. Ayam pun berkata bagaimana dia telah memberikan telur, kucing bangga bagaimana dia telah mengenyahkan tikus-tikus pengerat dari ladang itu. Semua binatang sepakat kalau si anjing kecil itu adalah mahluk tak berguna dan tidak sanggup memberikan kontribusi apapun kepada keluarga itu.
Terpukul oleh kecaman binatang-binatang lain, anjing kecil itu pergi ke tempat sepi dan mulai menangis menyesali nasibnya, sedih rasanya sudah yatim piatu, dianggap tak berguna, disingkirkan dari pergaulan lagi..... Ada seekor anjing tua di situ mendengar tangisan tersebut, lalu menyimak keluh kesah si anjing kecil itu. "Saya tidak dapat memberikan pelayanan kepada keluarga disini, sayalah hewan yang paling tidak berguna disini." Kata anjing tua itu : "Memang benar bahwa kamu terlalu kecil untuk menarik pedati, kamu tidak bisa memberikan telur, susu ataupun bulu, tetapi bodoh sekali jika kamu menangisi sesuatu yang tidak bisa kamu lakukan. Kamu harus menggunakan kemampuan yang diberikan oleh Sang Pencipta untuk membawa kegembiraan."
Malam itu ketika pemilik ladang baru pulang dan tampak amat lelah karena perjalanan jauh di panas terik matahari, anjing kecil itu lari menghampirinya, menjilat kakinya dan melompat ke pelukannya. Sambil menjatuhkan diri ke tanah, pemilik ladang dan anjing kecil itu berguling-guling di rumput disertai tawa ria. Akhirnya pemilik ladang
itu memeluk dia erat-erat dan mengelus-elus kepalanya, serta berkata : "Meskipun saya pulang dalam keadaan letih, tapi rasanya semua jadi sirna, bila kau menyambutku semesra ini, kamu sungguh yang paling berharga di antara semua binatang di ladang ini, kecil kecil kamu telah mengerti artinya kasih.........

Notes : Jangan sedih karena kamu tidak dapat melakukan sesuatu seperti orang lain karena memang tidak memiliki kemampuan untuk itu, tetapi apa yang kamu dapat lakukan, lakukanlah itu dengan sebaik-baiknya..... Dan jangan sombong jika kamu merasa banyak melakukan beberapa hal pada orang lain, karena orang yang tinggi hati akan direndahkan dan orang yang rendah hati akan ditinggikan.

* * * * *

KEDAMAIAN


Seorang Raja mengadakan sayembara dan akan memberi hadiah yang melimpah kepada siapa saja yang bisa melukis tentang kedamaian. Ada banyak seniman dan pelukis berusaha keras untuk memenangkan lomba tersebut. Sang Raja berkeliling melihat-lihat hasil karya mereka. Hanya ada dua buah lukisan yang benar-benar paling disukainya. Tapi, sang Raja harus memilih satu di antara keduanya.
Lukisan pertama menggambarkan sebuah telaga yang tenang. Permukaan telaga itu bagaikan cermin sempurna yang memantulkan kedamaian gunung-gunung yang menjulang mengitarinya. Diatasnya terpampang langit biru dengan awan putih berarak-arak. Semua yang memandang lukisan ini akan berpendapat, inilah lukisan terbaik mengenai kedamaian.
Lukisan kedua menggambarkan pegunungan juga. Namun tampak kasar dan gundul. Di atasnya terlukis langit yang gelap dan merah menandakan turunnya hujan badai. Sedangkan tampak kilat menyambar-nyambar liar. Di sisi gunung ada air terjun deras yang berbuih-buih. Sama sekali  tidak menampakkan ketenangan dan kedamaian. Tapi, sang Raja melihat sesuatu yang menarik.
Di balik air terjun itu tumbuh semak-semak kecil di atas sela-sela batu. Di dalam semak-semak   itu seekor induk Pipit meletakkan sarangnya. Jadi, di tengah-tengah riuh-rendahnya air terjun, seekor induk Pipit sedang mengerami telurnya dengan damai. Benar-benar damai.
Lukisan manakah yang memenangkan lomba? Sang Raja memilih lukisan nomor dua. Tahukah Anda mengapa? "Karena", jawab sang Raja, "Kedamaian bukan berarti Anda harus berada di tempat yang tanpa keributan, kesulitan atau pekerjaan yang keras dan sibuk. Kedamaian adalah hati yang tenang  dan damai, meski Anda berada di tengah-tengah keributan luar biasa. Kedamaian hati adalah kedamaian sejati."
Dan ternyata setiap orang bisa menciptakan "Tempat Kedamaian" meskipun dalam kondisi "badai" seperti si burung pipit di lukisan itu..... Manusia dilengkapi Tuhan sebuah pikiran yang bisa membawa setiap orang hidup dalam kedamaian. Manusia bisa membuat sendiri melalui pikirannya tempat kedamaian....Amazing !!!
Menurut Doug Hooper : "You are what you thing" Artinya, ketika manusia berpikir akan hanyut dalam badai persoalan, terhanyutlah dia. Namun jika berpikir bisa seperti burung pipit itu, damailah dia.........
Kedamaian itu diciptakan oleh manusia sendiri melalui pikirannya. Setiap kali seseorang masuk dalam "badai persoalan", ciptakanlah "tempat kedamaian" itu. Maka dia akan mendapatkan jawaban dari persoalnnya. Dan selalu 100 % jitu.......always....and always...
Karena, seperti lukisan tersebut......kedamaian itu bisa diciptakan.....Lukislah dalam pikiran anda.............sebuah tempat kedamaian, maka seketika itu anda berada dalam kedamaian.........meski dalam badai persoalan........................
Silahkan mulai sekarang...dan anda pasti bisa..........!!!!

Be peacefulness !!


* * * * *

"PASIR DAN PAHATAN BATU" -- Renungan Harian


Suatu ketika, ada sepasang pengembara yang sedang melakukan perjalanan. Mereka, kini tengah melintasi padang pasir yang sangat luas. Sepanjang mata memandang, hanya ada horison pasir yang terbentang. Tapak-tapak kaki yang ada di belakang mereka, membentuk jejak-jejak yang tak putus. Susunannya meliuk-liuk, tampak seperti kurva garis, yang berujung di setiap langkah yang mereka lalui. Sesekali debu-debu pasir menerpa tubuh, dan membuat mereka berjalan merunduk, agar terhindar dari badai kecil itu. Tiba-tiba, ada sebuah badai besar yang datang. Hembusannya sangat kuat, membuat tubuh mereka bergoyang, dan limbung. Terpaan yang begitu kuat segera membuat ujung-ujung pakaian mereka berkibar-kibar, mengelepak, dan mendorong tubuh mereka ke arah belakang. Untunglah, mereka saling berpegangan, dan dapat bertahan dari badai itu.
Namun, ada musibah lain yang menimpa mereka. Bekal minum mereka terbuka, dan terbawa angin yang kuat tadi. "Ah... kita akan mati kehausan disini, "ujar seorang pengembara. Lelah bertahan seusai badai, keduanya duduk tercenung, menyesalkan hilangnya bekal minum mereka. Seseorang dari mereka, tampak menulis sesuatu di atas pasir dengan ujung jarinya. "Kami sedih. Kami kehilangan bekal minuman kami di tempat ini." Pengembara yang lain tampak bingung, namun tetap membereskan perlengkapannya.
Badai sudah benar-benar usai, dan keduanya pun melanjutkan perjalanan. Setelah lama menyusuri padang, mereka melihat sebuah oasis di kejauhan. "Kita selamat, seru seorang pengembara, "lihat, ada air disana." Mereka setengah berlari ke arah air itu. Untunglah, itu bukan fatamorgana.
Tampaklah sebuah kolam kecil dengan air yang cukup banyak. Keduanya pun segera minum sepuas-puasnya, dan mengambil sisanya untuk bekal perjalanan. Sambil beristirahat, pengembara yang sama mulai menulis sesuatu. Pisau yang digenggamnya digunakan untuk memahat di atas sebuah batu. "Kami bahagia. Kami dapat melanjutkan perjalanan karena menemukan tempat ini."
Merasa bingung dengan tingkah sahabatnya, pengembara yang lain mulai bertanya. "Mengapa kini engkau menulis di atas batu, sementara tadi engkau menulis di atas pasir saat kita kehilangan bekal minum?" Tersenyum mendengar pertanyaan itu, sang sahabat mulai menjawab.
"Saat kita mendapat kesusahan, tulislah semua itu dalam pasir. Biarkan angin keikhlasan akan membawanya jauh dari ingatan. Biarkan catatan itu akan hilang bersama menyebarnya pasir ketulusan. Biarkan semuanya lenyap dan pupus."
"Namun, ingatlah, saat kita mendapat kebahagiaan, pahatlah kemuliaan itu dalam batu, agar tetap terkenang dan membuat kita bahagia. Torehlah kenangan kesenangan itu dalam kerasnya batu, agar tak ada sesuatu yang dapat menghapusnya. Biarkan catatan kebahagiaan itu tetap ada. Biarkan semuanya tersimpan."

Keduanya kembali tersenyum. Bekal minuman telah cukup, dan mereka pun
kembali meneruskan perjalanan mereka.

Selasa, 14 Juni 2011

Pesan dari seseorang

Suatu hari seorang tukang kayu yang buta huruf menerima sepucuk surat. Karena ia buta huruf, maka ia tergesa-gesa menuju ke penjual daging kenalannya, yang punya watak keras untuk minta tolong membacakan surat...

"Ini surat dari putramu", seru si tukang daging. "Begini bunyinya, Ayah aku sakit dan tidak punya uang sesenpun, tolong kirimkan aku sejumlah uang sesegera mungkin... putramu..."

Dibacakan dengan keras dan kasar oleh si tukang daging. Tukang kayu menjadi marah, ia berkata, "Dasar anak tak tahu diri...!! Memangnya dia siapa memerintah aku, ayahnya...!? Jangan kira aku akan mengirimi dia sesenpun..."

Dalam kemarahannya ia kembali ke rumah, tapi di perjalanan ia bertemu sahabatnya, Seorang penjahit yang bersuara lembut.

Ia pun bercerita tentang surat yang tadi.

"Coba kau lihat sendiri surat putraku ini..."

Penjahit itu lalu membaca surat itu dengan suaranya yang lembut, tenang, dan jelas...

Tiba-tiba surat itu berbunyi sangat lain, si Tukang kayu itupun menjadi sedih "Oh anakku malang...!!", katanya dengan cemas...

"Ia pasti sangat menderita, lebih baik aku segera mengirimnya uang sekarang juga..."

Memang benar...! Pesan sangat tergantung pada cara penyampaiannya...

"Bila kita renungkan, konflik yang sering terjadi antara pasangan, saudara, sahabat, rekan kerja, sering bukan karena ada masalah besar dan rumit yang tidak bisa dipecahkan. Namun karena kita tidak dapat mengatur cara kita menyampaikannya..."

"Terutama saat kita tidak setuju, lalu menyampaikannya dengan sikap lebih sabar, ramah, lembut, maka yang mendengarnya akan mudah menerima dan tidak akan terjadi pertentangan..."

semoga semua makhluk berbahagia
may all be happy

-=Buddha Quotes=-

"Awake , Be the witness of your thoughts ."

"Peace comes from within. Do not seek it without."

"Do not dwell in the past, do not dream of the future,
concentrate the mind on the present moment."

"Live every act fully, as if it were your last."

"We are what we think. All that we are arises with our thoughts.
With our thoughts, we make the world."

"Health is the greatest gift, contentment the greatest wealth,
faithfulness the best relationship."

"Endurance is one of the most difficult disciplines,
but it is to the one who endures that the final victory comes."

"Fashion your life as a garland of beautiful deeds."

"Those who are free of resentful thoughts surely find peace."

"We are shaped by our thoughts; we become what we think.
When the mind is pure, joy follows like a shadow that never leaves"

-- Buddha

Jumat, 03 Juni 2011

Kekuatan tanpa kekerasan

**(Cerita ini merupakan cerita yang sangat mengetarkan hati, dimana kita dapat menghukum, atau merubah orang tanpa kekerasan, paksaan, dan lain-lain, semoga cerita ini juga dapat menginspirasi kita semua khususnya orang tua ke anaknya..)**

Berikut ini adalah cerita masa muda Dr. Arun Gandhi (cucu dari Mahatma Gandhi - Pendiri Lembaga M.K.Gandhi)

Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, di te...ngah-tengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan.

Kami tinggal jauh dipedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tak heran bila saya dan dua saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.

Suatu hari, ayah meminta saya untuk mengantarkan beliau ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Dan, saya sangat gembira dengan kesempatan itu. Tahu bahwa saya akan pergi ke kota, ibu memberikan daftar belanjaan yang ia perlukan. Selain itu, ayah juga meminta saya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang lama tertunda, seperti memperbaiki mobil di bengkel.

Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata, “Ayah tunggu kau disini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama.”

Segera saja saya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh ayah saya. Kemudian, saya pergi ke bioskop. Wah, saya benar-benar terpikat dengan dua permainan John Wayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam menunjukkan pukul 17:30, langsung saya berlari menunju bengkel mobil dan terburu-buru menjemput ayah yang sudah menunggu saya. Saat itu sudah hampir pukul 18:00.

Dengan gelisah ayah menanyai saya, “Kenapa kau terlambat?”

Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton film John Wayne sehingga saya menjawab, “Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu.” Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah menelepon bengkel mobil itu. Dan, kini ayah tahu kalau saya berbohong.

Lalu ayah berkata, “Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan kau sehingga kau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran pada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik-baik.”

Lalu, ayah dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama sekali tidak rata. Saya tidak bisa meninggalkan ayah, maka selama lima setengah jam, saya mengendarai mobil pelan-pelan di belakang beliau, melihat penderitaan yang dialami oleh ayah hanya karena kebohongan bodoh yang saya lakukan.

Sejak itu saya tidak pernah akan berbohong lagi.

“Sering kali saya berpikir mengenai peristiwa ini dan merasa heran. Seandainya Ayah menghukum saya sebagaimana kita menghukum anak-anak kita, maka apakah saya akan mendapatkan sebuah pelajaran mengenai tanpa kekerasan? Saya kira tidak. Saya akan menderita atas hukuman itu dan melakukan hal yang sama lagi. Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa kekerasan yang sangat luar biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru saja terjadi kemarin. Itulah kekuatan tanpa kekerasan.”

Dr. Arun Gandhi adalah cucu Mahatma Gandhi dan pendiri Lembaga M.K.Gandhi untuk Tanpa-KekerasanPada tanggal 9 Juni 2005 ia memberikan ceramah di Universitas Puerto Rico dan bercerita bagaimana memberikan contoh tanpa-kekerasan yang dapat diterapkan di sebuah keluarga.

repost from http://www.yauhui.net/kekuatan-tanpa-kekerasan/
 

Quotes

Beberapa quotes yang merubah cara pandang dan kehidupan kita


The greatest achievement in the life is to rise up again from failure

Dalam kehdupan ini kita tdk dpt melakukn hal yg besar.tetapi kita dpt melakukn byk hal kecil dgn cnta yg besar.

Cara memulai adlh berhenti berbicara n mulai melakukan

Byk kesempatn sudah hadir bagimu, bagi kita semua, beruntung bisa menerimanya.. Cnta merupakn sesuatu yg sungguh eksis, cnta merupakn sebuah energi yg membntu engkau mjdi kuat, mjdi penuh kasih n mjdi penuh perhatian..perhatian thdp kondisi org n makhluk lain, perhatian dicurahkan utk meringankan penderitaan n utk menolong org lain agar mrka berbahagia.. Ketika engkau bersentuhan dgn org lain maka engkau menghadirkan energi cinta.

"Kehausan kita akan persetujan sama besarnya dengan ketakutan kira kepada kritik"-- Hans Selye

"Jangan mengkritik seseorang, karena dia hanya bertindak dengan cara yang sama seperti yang akan kita lakukan, bila kita berada dalam situasi yang sama"-- Abraham Lincoln

"Maaf adalah kata yang melucuti senjata lawan"

"Jangan memberi perhatian secara langsung terhadap kesalahan orang"

"Orang kuat = Orang yang mampu mengendalikan orang lain"
"Orang hebet = Orang yang mampu mengendalikan diri sendiri"

"WASPADA is defferent with CURIGA"

"Saya lebih baik menjadi orang yang tidak mengakui kekurangan diri saya, ketimbang menjadi orang yang tidak menghargai kelebihan orang lain"-- Tansil

Talk & Share


ShoutMix chat widget