Welcome To My Blog's

Remember

Jumat, 05 Agustus 2011

KISAH PUALAM


Alkisah terdapat sebuah museum yang lantainya terbuat dari batu pualam yang indah. Di tengah-tengah ruangan museum itu dipajang sebuah patung pualam pula yang sangat besar. Banyak orang datang dari seluruh dunia mengagumi keindahan patung pualam itu. Suatu malam, lantai pualam itu berkata pada patung pualam.

Lantai Pualam: "Wahai patung pualam, hidup ini sungguh tidak adil. Benar-benar tidak adil! Mengapa orang-orang dari seluruh dunia datang    kemari untuk menginjak-injak diriku tetapi mereka mengagumimu? Benar-benar tidak adil!"

Patung Pualam:            "Oh temanku, lantai pualam yang baik. Masih ingatkah kau bahwa  kita ini sesungguhnya berasal dari gunung batu yang sama?"

Lantai Pualam: "Tentu saja, justru itulah mengapa aku semakin merasakan ketidakadilan itu. Kita berasal dari gunung batu yang sama, tetapi sekarang kita menerima perlakuan yang berbeda. Benar-benar tidak adil!"

Patung Pualam:            "Lalu apakah kau masih ingat ketika suatu hari seorang pemahat datang dan berusaha memahat dirimu, tetapi kau malah menolak dan merusakkan peralatan pahatnya?"

Lantai Pualam: "Ya, tentu saja aku masih ingat. Aku sangat benci pemahat itu. Bagaimana ia begitu tega menggunakan pahatnya untuk melukai diriku. Rasanya sakit sekali!"

Patung Pualam:            "Kau benar! Pemahat itu tidak bisa mengukir dirimu sama sekali  karena kau menolaknya."

Lantai Pualam: "Lalu?"

Patung Pualam:            "Ketika ia memutuskan untuk tidak meneruskan pekerjaannya pada dirimu, lalu ia berusaha untuk memahat tubuhku. Saat itu aku tahu melalui hasil karyanya aku akan menjadi sesuatu yang benar-benar berbeda. Aku tidak menolak peralatan pahatnya membentuk tubuhku. Aku berusaha untuk menahan rasa sakit yang luar biasa."

Lantai Pualam: "Mmmmmm...."

Patung Pualam:            "Kawanku, ini adalah harga yang harus kita bayar pada segala sesuatu dalam hidup ini. Saat kau memutuskan untuk menyerah, kau tak boleh menyalahkan siapa-siapa atas apa yang terjadi pada dirimu sekarang."


* * * * *

UJIAN SARINGAN TIGA KALI


 Di jaman Yunani kuno, Dr. Socrates adalah seorang terpelajar dan intelektual yang terkenal reputasinya karena pengetahuan dan kebijaksanannya yang tinggi.  Suatu hari seorang pria berjumpa dengan Socrates dan berkata,  "Tahukah anda apa yang baru saja saya dengar mengenai salah seorang teman anda?"
"Tunggu sebentar," jawab Dr. Socrates.  "Sebelum memberitahukan saya sesuatu, saya ingin anda melewati sebuah ujian kecil. Ujian tersebut dinamakan Ujian Saringan Tiga Kali."
"Saringan tiga kali?" tanya pria tersebut. "Betul," lanjut Dr. Socrates. "Sebelum anda mengatakan kepada saya mengenai teman saya, mungkin merupakan ide yang bagus untuk menyediakan waktu sejenak dan menyaring apa yang akan anda katakan. Itulah kenapa saya sebut sebagai Ujian Saringan Tiga Kali.
Saringan yang pertama adalah KEBENARAN. Sudah pastikah anda bahwa apa yang anda akan katakan kepada saya adalah benar?"
"Tidak," kata pria tersebut,"sesungguhnya saya baru saja mendengarnya dan ingin memberitahukannya kepada anda". "Baiklah," kata Socrates. "Jadi anda sungguh tidak tahu apakah hal itu benar atau tidak."
Sekarang mari kita coba saringan kedua yaitu : KEBAIKAN. Apakah yang akan anda katakan kepada saya mengenai teman saya adalah sesuatu yang baik ?"
"Tidak, sebaliknya, mengenai hal yang buruk". "Jadi," lanjut Socrates, "anda ingin mengatakan kepada saya sesuatu yang buruk mengenai dia, tetapi anda tidak yakin kalau itu benar.”
Anda mungkin masih bisa lulus ujian selanjutnya, yaitu: KEGUNAAN. Apakah apa yang anda ingin beritahukan kepada saya tentang teman saya tersebut akan berguna buat saya ?"
"Tidak, sungguh tidak," jawab pria tersebut.
"Kalau begitu," simpul Dr. Socrates," jika apa yang anda ingin beritahukan kepada saya... tidak benar, tidak juga baik, bahkan tidak berguna untuk saya, kenapa ingin menceritakan kepada saya ?"

~~~~~~~~~~

Sebuah panah yang telah melesat dari busurnya dan membunuh jiwa yang tak bersalah, dan kata-kata yang telah diucapkan yang menyakiti hati seseorang, keduanya tidak pernah bisa ditarik kembali. Jadi sebelum berbicara, gunakanlah Saringan Tiga Kali.


Ayam atau Bebek

Berikut ini adalah cerita kegemaran guru saya, Ajahn Chah dari Thailand timur laut.

Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam. Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan yaykala mereka mendengar suara di kejauhan, "Kuek! Kuek!"

"Dengar", kata si istri, "Itu pasti suara ayam."

"Bukan, bukan. Itu suara bebek," kata si suami.

"Nggak, aku yakin itu ayam," si istri bersikeras.

"Mustahil. Suara ayam itu 'kukuruyuuuk!', bebek itu 'kuek! kuek!'
"Itu bebek, Sayang" kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan.

"Kuek! Kuek!" terdengar lagi.

"Nah, tuh! Itu suara bebek," kata si suami.

"Bukan, Sayang....Itu ayam! Aku yakin betul!" tandas si istri, sembari menghentakkan kaki.

"Dengar ya! itu a... da...lah...be...bek, B-E-B-E-K. Bebek! Tahu?!" si suami berkata dengan gusar.

"Tetapi itu ayam!" masih saja si istri bersikeras.

"Itu jelas-jelas bue...bel! Kamu ini... kamu ini...?
Terdengar lagi suara, "Kuek! Kuek!" sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya.

Si istri sudah hampir menangis, "Tetapi itu ayam..."

Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya, teringat kenapa dia manikahinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra, "Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok."

"Terima kasih, Sayang," kata istri sambil menggenggam tangan suaminya.

"Kuek! Kuek!" terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.

Maksud dari cerita bahwa si suami akhirnya sadar adalah:
siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka , yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu. Berapa banyak pernikahan yang hancur gara-gara persoalan sepele? Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal"ayam atau bebek"?

Ketika kita memahami cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjari prioritas kita. Pernikahan jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek.Lagi pula, betapa sering kita merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak, bahwa kita benar, namun belakangan ternyata kita salah?

Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek??


~Ven Ajahn Brahm~

Selasa, 02 Agustus 2011

PROSES KEHIDUPAN


Jalan hidup yang dilalui setiap orang tidak ada yang sama........semua orang sudah digariskan hidupnya oleh Tuhan untuk menjalani proses yang membentuk hidup kita untuk lebih bijaksana, dewasa & berharap hanya kepada Tuhan.
Satu hal yang saya tahu, terkadang kita tidak pernah bersyukur buat apa yang kita alami. Kita selalu mengeluh dan bilang Tuhan tidak adil..Tuhan tidak sayang saya.......dan sebagainya yang intinya kita lebih banyak menyalahkan Tuhan, tanpa melihat ada apa dibalik semua peristiwa yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita............. Kali ini saya belajar banyak untuk terus mengucap syukur apapun yang terjadi dalam hidup saya............
Hidup saya terbelit hutang mulai dari saya menikah dua tahun yg lalu sampai dengan hari ini saya masih mencicil hutang-hutang tersebut........(yang kalau saya kisahkan di sini apa yg menjadi penyebab hutang tsb, akan sangat panjang.......). Singkat kata saya sering mengalami stress karena hutang tersebut, terlebih dengan penghasilan saya & suami yg pas-pasan dan habis untuk membayar hutang, sehingga terkadang kami harus pintar-pintar gali lobang tutup lobang istilahnya untuk membiayai hidup sehari-hari...karena jujur....gaji kami berdua tidak bisa menutupi kebutuhan sehari-hari dengan anak satu dan hutang yg bertumpuk...........
Hingga satu hari saya memutuskan akan meminjm uang pada perusahaan tempat saya bekerja belum genap satu tahun. Pada saat saya menghadap pimpinan saya dan megatakan keperluan saya ingin meminjam uang sejumlah 1 juta, beliau bicara dengan keras bahwa kantor ini bukan bank.......dan kalau dia mulai meminjamkan kepada saya maka orang lain akan datang kepada dia untuk melakukan hal yang sama.......dll...dll......yang isinya begitu membuat saya malu & menangis........memang pada akhirnya dia memberikan pinjaman tersebut, dan saya tidak menyalahkan pimpinan saya atas semua perkatannya.......cuma saya merasakan malu yang amat sangat dan merasa sepertinya saya gak layak menerima semua perkataan dia hanya untuk uang 1jt.
Hampir saya membatalkan pinjaman saya kalau bukan karena teman kantor saya yang menasehati. Namanya kita sebut saja Lina.........begitu saya keluar dari ruang pimpinan, saya menangis dihadapan dia karena kebetulan meja dia berdekatan dengan saya. Dan dia cuma bilang : "Sudah, gak usah dipikirkan.......kamu kan melakukan semua ini bukan untuk foya-foya...toh kamu melakukan semuanya untuk keperluan keluarga kamu......dan kamu tidak berbuat salah......mungkin ini memang saatnya kamu harus mengalami hal seperti ini..ya sudah kamu jalanin......saya tahu gimana perasaan kamu, tapi selama kamu merasa tidak berbuat salah, jalanin aja............." Saya sempat protes, "Saya malu na...........emang kamu pernah mengalami hal seperti ini ?"
"Semua orang pernah lagi mengalami PROSES seperti ini meskipun caranya berbeda-beda.......saya pernah ngalamin dimana teman-teman saya mengumpulkan uang untuk operasi saya karena saya sudah tidak punya uang lagi......."
"Operasi ? Operasi apa na ?" Dia cuma tertawa dan dia bilang, "Saya pernah operasi tumor 2 kali......sampai saat ini saya tidak pernah haid.....dan tidak bisa punya anak......."Memang operasinya sebelum apa sesudah nikah (karena saya tahu dia punya anak perempuan 1).
"Sebelum nikah.......
"Loh, terus anak kamu yg sekarang ?
"Dia saya adopsi........5 tahun yg lalu saya harus menjalani semua proses oerasi & kemoterapi karena tumor tersebut.....2 kali saya harus mengalaminya karena ternyata setelah operasi pertama tumor tersebut tumbuh lagi & rahim saya harus diangkat.........
Masih dengan tersenyum dia melanjutkan; "Ayah saya cukup berduit sebelum saya sakit, tapi semua habis setelah saya sakit.......malah pernah satu hari ketika saya sakit, pagi-pagi ayah saya tanya mau makan apa, saya bilang mau makan soto dan dia cuma bisa diam......saya tanya kenapa ? dan dia jawab bahwa dia tidak punya uang.......ya sudah kita beli roti aja yg suka lewat di depan rumah. Soto harga 2500 perak, ayah saya tidak bisa membelikannya untuk saya yg lagi sakit......dan seumur hidup saya baru hari itu saya lihat ayah saya menangis karena tidak bisa membelikan makan anaknya yg  lagi sakit.........
Saya kembali menangis, bukan karena rasa malu saya lagi...tapi karena saya melihat ternyata ada yg pernah mengalami proses yg lebih sulit dari yg saya alamin........saya malu......bukan karena omongan pimpinan saya, tapi karena menjadi cengeng buat hal yg ternyata kecil sekali dibandingkan dengan apa yang teman saya alamin.......saya tidak pernah mengira bahwa teman saya yg selalu ceria ternyata pernah mengalami saat-saat yang begitu sulit......
Tapi ceritanya menyadarkan saya.........bahwa memang ada proses yang harus dijalankan oleh setiap orang di bumi ini...bukan untuk mendatangkan kecelakaan tapi untuk mendatangkan hal-hal yang baik buat hidup kita selanjutnya kalau kita berhasil melalui proses tersebut dengan tegar........
Apapun yang anda alami......pandang itu sebagai proses menuju kebaikan yg sudah Tuhan sediakan buat anda.......coba lihat orang lain, dan mengucap syukur karena Tuhan selalu mengijinkan sesuatu terjadi tanpa melebihi kekuatan yang kita miliki......mengucap syukur karena Tuhan masih menyertai kita.......
Semoga kisah nyata ini bisa menjadi berkat dan memberikan kekuatan kepada anda yang mungkin sedang mengalami masa-masa sulit.......Tuhan memberkati........


* * * * *

Sabtu, 30 Juli 2011

SIKAP MENERIMA


Dalam hati setiap orang ada kebutuhan untuk merasa dicintai tanpa harus diperiksa dahulu apakah ia pantas menerimanya.~ Maurice Wagner ~

Joe agak pemalu ketika masih remaja, dan bahkan ketika sudah duduk di perguruan tinggi, ia juga tidak memiliki keberanian untuk mengajak kencan seorang gadis. Pada suatu malam, Jake yang tinggal di kamar lain di asrama yang sama memberinya tawaran yang tak dapat ditolaknya, tawaran untuk memperkenalkannya dengan seorang gadis, teman pacar Jake, yang kebetulan sedang berkunjung untuk liburan akhir pekan."Tidak, terima kasih," sahut Joe. "Aku tidak mau kencan buta.""Jangan khawatir dengan gadis ini," kata Jake meyakinkan Joe. "Julie gadis istimewa, dan percayalah ia cantik.""Tidak," ulang Joe."Ini bukan situasi yang mungkin gagal. Aku bahkan memberimu jalan keluar,"papar Jake."Bagaimana ?" tanya Joe. "Waktu kita menjemput ke asrama mereka, tunggulah sampai ia keluar dari pintu, lalu periksalah sendiri. Bila kamu memang menyukainya, maka baguslah, kita akan menikmati malam yang menyenangkan. Tapi kalau menurutmu ia jelek,berpura-puralah terkena serangan asma. Cukup dengan 'Aaahhggggg !' lalu kaupegang tenggorokanmu seolah-olah sulit bernapas. Apabila ia bertanya, 'Ada apa ?' katakan saja 'Asmaku kambuh.' Jadi kencan itu kita batalkan. Begitu saja. Tidak usah ragu. Tidak akan ada masalah."
Joe ragu-ragu. Akan tetapi ia setuju untuk mencobanya. Apa ruginya? Ketika mereka tiba di pintu asrama mereka, Joe mengetuk pintu, maka keluarlah gadis itu. Joe mengamatinya dan tidak dapat mempercayai matanya. Ia cantik sekali. Betapa beruntungnya dia ? Ia hampir tidak tahu harus berkata apa. Gadis itu juga mengamati Joe dan tiba-tiba, "Aaahhggggg !"Tampaknya tidak hanya mereka yang telah menyiapkan rencana darurat.
Kebanyakan kita, entah kapan, pernah ditolak oleh seseorang karena kita tidak cukup cerdas, tidak cukup jangkung, tidak cukup gagah, tidak cukup tampan, tidak cukup cantik, dan sebagainya ... Betapa beratnya ketika kita ditolak. Apabila kita menerima seseorang tanpa syarat, kita memberi mereka kebebasan untuk berada di luar diri mereka sendiri. Penerimaan yang tulus memungkinkan kita melihat nilai sesungguhnya seorang manusia.
Seorang wanita muda yang pernah bertunangan dengan Mozart, sebelum dia meraih ketenaran, seharusnya hidup senang, andaikata ia mau menerima Mozart tanpa syarat. Namun karena terkesan oleh pria lain yang lebih tampan, ia menjadi tidak suka kepada musisi ini hanya karena ia pendek. Wanita itu akhirnya memutuskan pertunangan mereka untuk pindah ke pelukan orang yang jangkung dan menarik. Ketika dunia mulai mengakui Mozart atas prestasinya yang luar biasa dalam bidang musik, wanita tersebut menyesal dengan keputusannya dahulu. "Aku tidak menyangka bahwa ia sejenius itu. Yang kulihat hanyalah bahwa ia pendek."
Sikap menerima mengkomunikasikan cinta dan nilai dan memberi orang percaya diri untuk menjadi seperti apa adanya. Sikap menerima juga memungkinkan mereka menjadi siapapun mereka sampai mereka menjadi apapun semampu mereka. Ketika kita mencoba memaksa orang agar mereka menjadi seperti yang kita inginkan, kecenderungan mereka untuk mempertahankan diri, keras kepala, dan sakit hati muncul. Namun, apabila Anda memberi mereka peluang untuk menolak perubahan itu, berarti Anda juga memberi mereka kebebasan untuk berubah.
Berhentilah menerima orang berdasarkan apa yang dapat, harus, atau akan terjadi pada mereka andaikata mereka mendengarkan Anda. Kita akan terus memandang seseorang melalui kacamata keharusan, kepantasan, tuntutan dan prasangka sampai kita menerima orang lain tanpa syarat.
Eugene Kennedy pernah berkata, "Ketika seseorang menghargai kita apa adanya, ia mempertegas keberadaan kita.”

* * * * *

Talk & Share


ShoutMix chat widget